Main Contents

Nasehat Terbaik untuk Mama

Artikel, Bayi

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

ASI tetap yang terbaik. Menyusui memang sebuah proses alami. Tapi prakteknya ternyata tidaklah semudah gambaran di buku-buku. Yang penting, jangan biarkan kesulitan di hari-hari pertama membuat anda merasa gagal. Coba dan cobalah lagi sampai berhasil. Ingat, kesuksesan memberi ASI eksklusif sangat tergantung pada keteguhan hati mama.

Mal bukan tempat yang sehat untuk bayi. Setelah lewat masa 40 hari, mungkin anda sudah tak sabar ingin keluar rumah. Berhari-hari terkungkung dinding kamar, bayangan untuk ‘kembali ke kehidupan normal’ sangat menggoda. Tapi ingat, mal dan tempat-tempat umum lainnya adalah sarang empuk kuman. Kalau anda memang sudah sangat jenuh, pergilah bersama si bayi ke rumah sahabat atau orang tua.

Selalu siap untuk saat darurat. Saat bepergian dengan bayi, selipkan satu potong baju ganti untuk anda sendiri di dalam tas bawaan. Ini akan sangat berguna saat si kecil muntah dalam gendongan anda.

Biarkan kulit bayi ‘bernapas’. Selingi penggunaan diapers dengan popok kain. Dengan begini kulit halus si kecil bisa terhindar dari ancaman ruam popok maupun penyakit lainnya di kemudian hari.

Feeding skills perlu dilatih. Mengenalkan makanan tambahan ada seninya. Jangan terlalu cepat, tapi jangan pula terlambat. Setelah masa ASI eksklusif selesai, latih kemampuan makan anak dengan telaten. Seiring waktu, tingkatkan terus kemampuan makanan dan jenis makanannya-kasihan, kan, jika menjelang usia 2 tahun, ia masih harus makan nasi tim!

Tak ada kata terlalu dini untuk buku. Kecintaan anak pada buku bisa ditanamkan sejak bayi, diawali dengan memberikannya cloth book-yang mungkin akan digigitnya dengan rasa gemas. Berapapun usia si kecil, anda bisa membacakan cerita baginya. Meski belum mengerti, ia akan sangat senang mendengar suara anda!.

Jangan memasrahkan segalanya pada pengasuh. Show her who’s the boss, dengan tidak bosan-bosan mengingatkan si Mbak akan aturan main anda dan apa yang anda pikir baik untuk si kecil. Tak jarang, pengasuh yang terlalu dipercaya pada akhirnya cenderung sulit menerima masukan. Ini bisa memberi masalah baru untuk anda.

Dengarkan kata hati/insting anda sebagai mama. Inilah yang selalu saya pegang teguh saat saya merasa ada yang tak beres pada Aurel (1 th 3 bln). Misalnya, suatu hari saya menduga bahwa si kecil Aurel sedang tak enak badan. Meski menurut seisi rumah ia sehat-sehat saja, saya tetap ngotot memonitor suhu badannya dan membujuknya supaya banyak minum dan sitirahat. Biasanya, insting mama memang benar!.

Sakit tak selalu identik dengan obat. Bila anak sekedar batuk atau pilek, coba dulu memberinya lebih banyak makanan dan minuman bergizi, serta vitamin bila perlu. Bila anda merasa ada yang janggal, sakitnya tak membaik atau ia mulai demam, baru berikan obat yang dijual bebas atau hubungi dokter.

Temukan ritual tidur bagi si kecil. Hanya anda yang tahu, ritual apa yang ampuh membuat anak pergi tidur tanpa huru-hara. Setahun terakhir ini saya baru menemukan ritual yang pas untuk anak saya. Sederhana saja : membacakan doa dan menyanyikan lagu Ninan Bobo-dengan syarat kata ‘Nina’ harus diganti dengan nama anak kita.

Kendalikan kemarahan anda. Menjelang usia 2 tahun, biasanya si kecil yang tadinya manis mulai berulah. Itulah sebabnya masa-masa ini disebut ‘terrible twos’. Meski kekesalan memuncak, jaga jangan sampai amarah meledak. Pergilah ke ruangan lain dan tenangkan diri, baru ajak ia bicara. Membentuk atau menyentil telinganya hanya akan membuat anak semakin keras-dan membuat anda menyesal.

lina @ September 4, 2007

1 Comment

  1. Yuli Afni September 5, 2007 @ 1:28 pm

    Very good artikel, informasi ini akan sangat membantu bagi para ibu dan calon ibu. Pelajari, pahami, dan terapkan yah ibu ibu….

Leave a comment

*
To prove that you're not a bot, enter this code
Anti-Spam Image


Feed